DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT

Nature

Nature

Nature (4)

 

 

 

 

Secara agraris kecamatan Silungkang termasuk kedalam wilayah adminitratif Kota Sawahlunto. Di Sawahlunto ini banyak terdapat objek wisata yang wajib kita kunjungi, mulai dari wisata alam, wisata sejarah dan wisata lainnya. Di postingan kali ini kita akan menikmati pemandangan Silungkang dari ketinggian yakni dari Puncak Batu Runciang.

Untuk menuju lokasi ini tidaklah terlalu rumit dibandingkan dengan perjalanan menuju Danau Biru Sawahlunto. Jalan masuk menuju lokasi Puncak Batu Runciang, pas terletak di tepi jalan raya lintas sumatera yakni di simpang jalan Puskesmas Silungkang berdekatan dengan jembatan.  

Dari jalan masuk di tepi lintas menuju lokasi berjarak sekitar 3,5 kilometer. Sebaiknya menggunakan kendaraan roda dua dikarenakan jalan sedikit sempit, namun dengan kendaraan roda empat juga bisa tapi harus ekstra hati-hati. Untuk masuk ke lokasi tidak di kenakan biaya, dan parkir sepeda motor Rp. 2000 untuk mobil mungkin sekitar Rp. 3000-5000.  

Demikianlah report perjalanan menuju Objek Wisata Puncak Batu Runciang yag terletak di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto, semoga adapat membantu anda sekalian. Berikut video dari Objek Wisata Batu Runciang, siapa tahu anda tertarik kesini.

http://www.wisatasumbar.net/2017/04/objek-wisata-alam-puncak-batu-runciang.html

 

 

Danau Biru di Sawahlunto ini menjadi pilihan tempat wisata baru yang sedang trending. Setelah viral di sosial media, seperti instagram, banyak orang yang kemudian datang kesini untuk berkunjung dan mengabadikan momen dengan kamera mereka.

Terletak di Parambahan, kecamatan Talawi, Danau dengan air berwarna biru ini kemudian langsung diburu para wisatawan lokal. Pantulan air danau berwarna biru ditambah dengan view pemandangan disekelilingnya membuat Danau Biru ini menjadi primadona baru di Sawahlunto.

Danau Biru Sawahlunto (padangmedia.com)

Sawahlunto dahulu terkenal sebagai kota tambang. Ada banyak bekas galian tambang batu bara yang dijumpai disini. Lubang bekas galian tambang berbentuak kuali raksasa ini kemudian terisi air. Lama kelamaan terbentuk genangan, menjadi sebuah danau. Itu lah asal mulanya Danau Biru yang ‘tak sengaja’ terbentuk.

Kawasan danau ini berpeluang menjadi destinasi wisata yang potensial. Sehingga, pemerintah daerah setempat serius menyokong kawasan ini agar nyaman untuk dikunjungi para pelancong. Diharapkan, danau ini nantinya akan menjadi wajah baru pariwisata Sawahlunto, menggantikan identitas sebelumnya sebagai kota tambang (yang telah lama mati).

Akses ke danau ini memang belum sepenuhnya diperbaiki. Layaknya bekas tambang, jalan berbatu dan medan cukup berat. Untuk mencapai kawasan ini, disarankan untuk datang dengan sepeda motor karena medan yang ditempuh adalah jalan tanah berbatu.

Keindahan danau Biru Sawahlunto (@van__tony)

Untuk bisa sampai ke danau ini, pengunjung harus melewati Taman Satwa Kandi. Setelah perjalanan sejauh 6 km barulah sampai di danau berair biru tersebut. Beratnya perjalanan kesini, tentunya terbayar lunas dengan  view cantik yang dijanjikan. 

Genangan air bak kuali raksasa berwarna biru, dikelilingi dengan pepohonan dan bekas galian tambang yang memutih ini tentunya memberikan sensasi keindahan tersendiri. Kolaborasi warna yang diciptakan alam ini tentunya sangat cantik untuk diabadikan untuk berfoto selfie

Selain akses transportasi, terbatasnya fasilitas pendukung seperti toilet menjadi Pekerjaan Rumah terbesar bagi pemerintah setempat. Selain itu, untuk menjamin proses rehabilitasi kawasan yang sebenarnya sudah rusak akibat proses penambangan ini, diharapkan untuk pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat wisata. Demi kenyamanan bersama para pengunjung pemburu spot instagramable untuk berfoto-foto.

 

https://www.wonderfulminangkabau.com/danau-biru-sawahlunto/

 

Puncak Polan  merupakan salah satu bukit yang menjadi salah dinding alam yang menghiasi kota Sawahlunto. Dari pusat Kota Sawahlunto terlihat tulisan “SAWAHLUNTO” menghiasi dinding tebing ini bukit Puncak Polan ini. Dari puncak bukit ini terlihat kota Sawahlunto yang dikelilingi oleh bukit-bukit sehingga terlihat Kota Sawahlunto bagaikan kuali. 

 

Dari Puncak Polan ini para pecinta olahraga paralayang pun dapat melakukan paralayang. Paralayang dari Puncak Polan mempunyai keunikan sendiri karena setiap penerjun  sebelum melakukan pendaratan/landing di lapangan Sepakbola Ombilin, pasti akan melayang-melayang melingkupi hampir seluruh Kota Sawahlunto hingga mendarat tepat  di jantung kota Sawahlunto.

 

Desa Wisata Rantih merupakan desa wisata terbaik di Sumatera Barat dengan konsep wisata alam dan budaya, desa ini terletak di Kota Sawahlunto yang berjarak 6 Km dari pusat kota. Keunikan desa rantih adalah sebuah desa yang memiliki lima buah air terjun yang cukup tinggi 30 hingga 60 m. 

 

Desa rantih memiliki panorama alam yang indah, hamparan sawah hijau bertingkat dan aliran sungai ombilin dengan udara yang cukup sejuk. Disamping itu desa rantih memiliki seni budaya khas yang masih berjalan dan tradisi masyarakat lokal yang masih terpelihara seperti mangodow dan bakhau serta makan bajamba, disamping itu juga seni tradisi silat tuo rantiah, tari minang dan tradisi lokal lainnya. 

 

Aktifitas wisata desa rantih traking menuju air terjun, berkemah, dan wisata panorama alam. Wisata budaya yaitu mangodow (menangkap ikan disungai dengan daun aren) dan tradisi bakhau setelah panen diadakan pada bulan juni-juli, disamping itu juga tradisi makan bajamba, belajar kesenian lokal silat dan tari. Jika kita ingin mencoba berwisata air kita bisa melakukan wisata arung sungai dengan menggunakan perahu tradisional (timpek) selama 2 jam menuju air terjun Tinogan sambil menikmati panorama dan tebing bukit serta satwa alam liarnya. Kegiatan wisata alam desa lain yang bisa diikuti yaitu marancah sawah, menanam padi, manyuluah, menangkap belut, manggaro, dan manakiak getah.

 

Untuk kegiatan wisata kuliner di desa rantih kita belajar membuat gulai talangjuo, randang baluik, kue kare kare, paniaram, makanan khas dengan proses pembuatan yang unik. Desa rantih memiliki akses yang cukup dekat dengan destinasi wisata lain seperti danau kandih, kota lama, museum dan waterboom yang dapat di tempuh dengan waktu 20 menit.Jika kita akan menuju desa rantih hanya memerlukan waktu 2 jam dari bandara Internasional Minangkabau melewati Kota Bukittinggi dan Istano Pagaruyung di Batusangkar.

 

 

 

 

 

This is the official website of the Government of Tourism Sawahlunto, West Sumatera. The contents listed on this website are intended for informational purposes rather than commercial. Any displayed sale is meant as a token of partnership and will always redirect you to our partners' sites.