DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT

Amusement And Theme Park

Taman Buah Kandih Sawahlunto RIKI YUHERMAN

Taman Buah Kandih Sawahlunto

Biasanya areal bekas penambangan, menjadi daerah yang gersang dan tandus, serta cendrung akan ditinggali oleh masyarakat. Tapi tidak bagi Kota Sawahlunto, semenjak me­netapkan visi kota menjadi Kota wisata Tambang yang berbudaya, seluruh aspek yang dimiliki oleh kota seluas 275, 9 km persegi itu, digali dan dioptimalkan menjadi daerah yang pro­duktif serta menjadi daerah destiniasi wisata sebagai pe­nunjang pencapaian visi daerah.

 

Peninggalan tambang khususnya tambang batu­bara, kota ‘ Arang’ yang dulunya dikenal ini, men­jelma menjadi salah satu destinasi pariwisata di Su­matra Barat, mulai dari bekas penambangan ter­buka seperti areal tandus, dimanfaatkan menjadi la­han produktif taman buah hingga taman satwa serta kawah kawah bekas lubang tambang disulap menjadi danau danau cantik.

 

Kondisi lahan tandus tidak serta merta menjadi lahan yang tidak berhasil guna contohnya lahan be­kas areal penambangan batu­bara terbuka yang dila­kukan oleh salah satu peru­sahaan BUMN, kini men­jadi lahan yang sangat pro­duktif.Diatas lahan seluas 3,1 hektar dibi­langan Kan­dih yang berada tidak jauh dari danau Kandi, kini dikembangkan ber­aneka ragam tanaman buah yang siap memanjakan wisa­ta­wan.

 

Taman yang sekarang dapat dinikmati sebagai salah satu tempat pem­belajaran dan wisata itu, jika ditemgok kebelakang banyak yang tidak men­duga, kawasan yang dulu gersang dan tandus, telah berganti menja­di taman yang indah dan asri.Sejak tahun 2012 disulap oleh tangan tangan kreatif dari Dinas Pertanian dan kehu­tanan Sawahlunto, menjadi lahan produktif,  Taman Buah Kandi yang hingga kini sudah ada sekitar 719 jenis tanaman yang telah ditanami.

 

“Ini merupakan contoh bagi kita semua, jika semu­la banyak yang pesimis dengan keberlanjutan masa depan setelah pasca tam­bang, ternyata dengan se­mangat dan tekad yang kuat lahan bekas pertambangan batubara bisa diolah men­jadi lahan produktif,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Sawahlunto Henni Purwa­ningsih kepada Haluan.

 

Kini,  Taman buah Kan­di tidak hanya menjadi bukti hasil proses dari pe­ngolahan lahan saja, tetapi juga menjadi salah satu objek edukasi wisata di kawasan tersebut, tak terhi­tung wisatawan yang telah menikmati liburan keta­man buah ini.”Bahkan ada sekolah dari daerah te­tangga Sawahlunto yang men­jadikan agenda kun­jungan ke Taman Buah Kan­­di menjadi salah satu agenda pembelajarannya. termasuk Duta Besar Kroa­sia untuk Indonesia Dra­zen Margeta juga sempat me­nikmati bertanam buah di taman buah ini,” katanya.

 

Selain buah, disini juga dikembangkan aneka jenis tanaman dengan tekhnik hidroponik, dimana de­ngan teknik ini keter­bata­san lahan tidak menjadi hambatan lagi, serta pemu­pukan tanaman pun jadi mudah dan tidak menim­bulkan polusi lingku­ngan, hasilnya pun bernilai jual tinggi, karena tidak meng­gunakan peptisida, tana­man segar bersih dan sehat.

Read 95 times
Admin Office

About the Author

Login to post comments

 

This is the official website of the Government of Tourism Sawahlunto, West Sumatera. The contents listed on this website are intended for informational purposes rather than commercial. Any displayed sale is meant as a token of partnership and will always redirect you to our partners' sites.